Musgin's Blog


LOWONGAN KERJA PERTANIAN, KEHUTANAN, EKONOMI, MIPA dan TEKNIK
Januari 28, 2013, 2:52 am
Filed under: Info

LOWONGAN KERJA

Pertanian; Kehutanan; Ekonomi; MIPA Biologi; MIPA Kimia dan Teknik


First Resources Ltd (dahulu bernama PT.SURYA DUMAI GROUP) bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Simalungun (USI) Pematangsiantar merekrut karyawan utk perkebunan kelapa sawit dgn kualifikasi sbb:
1).Laki-laki umur max 28 thn dan belum menikah;
2). IPK min 2.75;
3). a. Lulusan D3/S1 Fakultas Pertanian/Perkebunan/Kehutanan untuk semua Jurusan/Program Studi dan MIPA Biologi sebagai posisi ASISTEN KEBUN;
b. Lulusan S1 Fakultas Ekonomi Akuntansi sebagai posisi ASISTEN ADMINISTRASI;
c. Lulusan S1 Fakultas Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Kimia dan MIPA KIMIA sebagai posisi ASISTEN PABRIK;
4). Berbadan sehat dgn tinggi badan min 165 cm dan tidak buta warna;
5). Mampu mengoperasikan aplikasi MS Office;
6).Bersedia mengikuti program pendidikan/training dan menjalani masa ikatan dinas;
7). Bersedia ditempatkan di wilayah operasional perusahaan (Riau, Kalbar, dan Kaltim);
8).a. Lamaran ditulis dgn tangan sendiri yg ditujukan kepada: Recruitment and Selection Department -First Resources Ltd,
Gedung Surya Dumai Lantai 10 Jln. Sudirman No.395 PEKANBARU
b. Surat lamaran/permohonan dilengkapi dengan melampirkan fotocopy ijajah dan transkrip nilai masing-masing rangkap 3 (tiga);
c. Surat lamaran beserta lampirannya diserahkan langsung atau dikirimkan kepada: Ir.Mustafa Ginting, M.Si – Pembantu Dekan III Fakultas Pertanian Universitas Simalungun (USI) Jl. Sisingamangaraja Barat Pematangsiantar-Sumatera Utara;
9).a. Seleksi diadakan pada bulan Pebruari 2013 (tanggal dan waktu di informasikan kemudian);
b. Tempat seleksi di Fakultas Pertanian Universitas Simalungun (USI), Jln Sisingamaraja Barat Pematangsiantar-Sumut;
10). Info lebih lanjut hubungi Ir. Mustafa Ginting, M.Si, (Nomor contact 0813 6144 8874) (USI). Trims



PEMANFAATAN JERAMI MENJADI BOKASHI
Maret 30, 2010, 12:32 pm
Filed under: Info, Opini

PEMANFAATAN JERAMI MENJADI BOKASHI

Oleh: Mustafa Ginting

Ir. Mustafa Ginting, M.Si

Ir. Mustafa Ginting, M.Si

Pupuk merupakan salah satu sarana produksi pertanian yang sangat besar peranannya dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas komoditas hasil pertanian. Oleh karena itu petani dengan pupuk tidak dapat dipisahkan.  Pupuk adalah kehidupan  bagi petani.

Petani di Indonesia termasuk petani di Siantar-Simalungun dalam berusahatani pada umumnya menggunakan pupuk anorganik (pupuk kimia) seperti urea, ponska, KCl dan sebagainya.  Mereka tidak yakin bisa memperoleh hasil panen maksimal bila tidak menggunakan pupuk kimia.

Akhir-akhir ini terjadi masalah  besar menyangkut pupuk kimia, langkanya pupuk kimia di pasar. Bila pupuk tersedia tetapi harganya luar biasa mahalnya, tidak terjangkau oleh petani. Untuk ini perlu segera dicarikan solusi dan upaya mengatasi masalah ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk kimia dalam berusahatani. Upaya ini antara lain perlu diterapkan suatu teknologi baru yang murah, tepat guna, mudah tersedia bagi petani, alias mudah, murah dan meriah. Dengan kata lain memaksimalkan pemanfaatan seluruh potensi sumber daya yang ada di sekitar petani itu sendiri sehingga tidak memutuskan rantai sistem ekologi pertanian itu sendiri.

Melihat kenyataan di lapangan bahwa pada umumnya petani membakar jerami padinya bila panen tiba. Padahal jerami itu bila dirakit dengan mikroorganisme aktif (mikroba perombak) akan menjadi bokashi (pupuk organik) dalam waktu dua minggu dan fungsinya bagi tanaman tidak kalah dengan pupuk kimia seperti urea, ZA dan phonska.

Bokashi singkatan dari “Bahan Organik Kaya Akan Sumber Hayati”.  Bokashi adalah pupuk kompos yang dihasilkan dari proses fermentasi (peragian) bahan organik dengan mikroorganisme aktif (mikroba perombak). Beberapa keunggulan bokashi daripada kompos sebagai berikut:  

  • Bokashi lebih unggul dibandingkan dengan kompos. Karena Bokashi diolah dengan menggunakan mikroorganisme aktif (mikroba perombak).
  • Bila dilihat perbandingan antara Bokashi dan kompos, kandungan hara pada Bokashi lebih tinggi, periode proses pada tanaman lebih cepat, pengaruh terhadap tanah sempurna, energi yang hilang rendah dan populasi mikroorganisme dalam tanah lebih sempurna dibanding kompos, Dapat digunakan 7 – 14 hari setelah fermentasi meski bahan organiknya belum terurai seperti pada kompos
  • Mikroba perombak merupakan salah satu pupuk hayati yang dapat membantu mempercepat proses pengomposan bahan organik  menjadi pupuk organik yang siap diberikan untuk tanaman.

Untuk itu, perlu kiranya disosialisasikan teknologi pembuatan bokashi ini kepada para petani.

Jenis-jenis Bokashi

Berdasarkan bahan baku

  • Bokashi hijau: bahan utamanya jerami dan daun segar
  • Bokashi coklat: bahan utamanya kotoran hewan dicampur serbuk gergaji atau sisa bakaran arang

Dapat juga dibedakan:

  •  Bokashi padat (bahan bakunya serasehan)
  •  Bokashi cair (kotoran atau air seni ternak)

Bahan Organik untuk Membuat Bokashi

  1. Bahan yang mempunyai kandungan unsur N tinggi
  • Daun yang berdaun lebar, berbulu dan empuk, bunga kuning, gamal.
  • Daun yang berpasangan: petai cina, turi, lamtoro.

    2.  Bahan yang mempunyai kandungan unsur K tinggi

  • Jerami padi
  • Limbah sayuran asal kacang-kacangan
  • Sabut kelapa dicincang hancur

    3.  Bahan yang mempunyai kandungan unsur P tinggi

  • Dedak
  • Limbah sayuran asal kacang-kacangan
  • Tongkol jagung
  • Serbuk gergaji
  • Jerami padi (dicincang)
  • Arang sekam

Mikroorganisme atau aktivator (mikroba perombak) pembuatan bokashi

  • EM-4 (Efective Microorganism-4)
  • MOD 71
  • Subernik Tobanik
  • M-Dec
  • Dan sebagainya

Catatan:  Berdasarkan pengalaman lapangan bahwa dari berbagai sarasehan dan mikroorganisme yang ada, paling praktis dan efisien digunakan sebagai bahan pembutan bokashi adalah jerami dirakit dengan M-Dec

Teknik Pembuatan Bokashi dari Jerami dan Mikroorganisme M-Dec

a.    Mikroorganisme  M-Dec

            M-Dec merupakan salah satu pupuk hayati yang dapat membantu mempercepat proses pengomposan bahan organik  menjadi pupuk organik yang siap diberikan untuk tanaman yang diproduksi oleh Balai Penelitian Tanah Departemen Pertanian Bogor. M-Dec  mengandung Trichoderma sp, Aspergillus sp, dan Trametes sp.  Sedangkan manfaatnya dapat  mempercepat proses pengomposan sisa-sisa tanaman pertanian (jerami, seresah jagung), perkebunan (tandan kosong kelapa sawit), dan hortikultura (sampah sayuran), sampah perkotaan (kertas, daun sisa tanaman, potongan rumput), kotoran hewan, sehingga dapat segera menjadikannya bahan organik tanah yang berfungsi menyimpan dan melepaskan hara di sekitar tanaman. Keunggulan M-Dec antara lain adalah  lama pengomposan dengan M-Dec 2 (dua) minggu untuk  menghasilkan bokashi yang sudah matang, mengurangi imobilisasi hara, penyakit tular tanah, larva insek, biji gulma, volume bahan buangan, dan masalah lingkungan.

b.      Bahan/alat-alat yang diperlukan

  • Jerami (sebaiknya dicingcang kecil-kecil).
  • M-Dec dengan sebanyak 1 kg untuk setiap 1 ton jerami
  • Kotoran ternak secukupnya
  • Air (diupayakan bukan air PAM) sebanyak ½ kg M-Dec dalam 10 liter air
  • Plastik hitam
  • Tali plastic
  • Ember/alat semprot
  • Cangkul/garuk
  • Parang/gergaji
  • Kayu atau bambu atau sejenisnya

c.       Prosedur Pembuatan

  • Siapkan petakan bokashi ukuran 1 x 1 x 1,20 m3 di atas tanah dengan bahan kayu atau apa saja yang di tempat itu.
  • Taburkan kotoran ternak secara merata (secukupnya) pada dasar petakan.
  • Campur M-Dec dengan air sebanyak ½ kg M-Dec dalam 10 liter air
  • Tumpuk bahan organik, lapis demi lapis setebal ±20 cm
  • Antara satu lapisan dengan lapisan selanjutnya ditabur kotoran ternak secukupnya dan setiap lapisan tersebut dibasahi dengan M-Dec yang sudah dicampur dengan air
  • Ditutup dengan plastik hitam seluruh bagian petakan bokashi dan diikat dengan tali plastik. Jangan ada lobang atau ruangan yang bisa air masuk kedalam petakan tersebut
  • Setelah 1 (satu) minggu, lakukan pembalikan dan penyiraman bahan organik dengan M-Dec yang sudah dicampur dengan air
  • Lama pengomposan bisa 2 (dua) minggu untuk bahan organik jerami padi dan sejenisnya dan 4 (empat) minggu untuk bahan organik tandan kosong kelapa sawit dan sejenisnya
  • Bokashi yang telah matang berwarna hitam kecoklatan dengan suhu sekitar 300C, kelembaban 40-60%, dan tidak mengeluarkan bau.

    Mustafa Ginting (tertawa)

SELAMAT MEMPRAKTEKKANNYA….!!!!!



PROGRAM KEBUN SEKOLAH
Maret 30, 2010, 11:22 am
Filed under: Info, Opini

MENARIK MINAT KAWULA MUDA TERHADAP PERTANIAN MELALUI PROGRAM KEBUN SEKOLAH

Oleh: Mustafa Ginting

Ir. Mustafa Ginting, M.Si

Ir. Mustafa Ginting, M.Si

Dalam kesempatan memberikan penyuluhan dan seminar pertanian di Siantar, Simalungun, Tobasa, Serdang Bedagai saya sangat tergelitik dengan satu pertanyaan yang sering muncul dari peserta. Pertanyaan ini bagi saya, sangat sulit untuk  di jawab. Adapun isi pertanyaan tersebut adalah bagaimana memotivasi kaum muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Persoalan kawula muda di bidang pertanian memang dari dulu sudah ada dan persoalan ini hampir terjadi di seluruh Indonesia. Persoalan ini sangat rumit untuk di atasi karena menyangkut keinginan dan kepedulian sesorang yang ada pada dirinya.

Pertanian bagi kawula muda dilihat sebagai suatu yang, kotor, penuh dengan lumpur, cangkul, sabit, rumput, miskin dan keterbelakangan. Sehingga di desa-desa kita lihat petani kebanyakan orang yang sudah berumur di atas 45-an ke atas alias tua. Padahal pertanian tidak seperti itu, bahkan  pertanian adalah suatu yang sangat menjanjikan baik dari segi ekonomi maupun sosial.

Problematika kawula muda juga melanda mahasiswa pertanian, hal ini terlihat semakin sedikitnya mahasiswa untuk mengambil studi pertanian,  toh kalaupun ada hanya sebagai pilihan kedua. Ini adalah sangat ironis terjadi di Indonesia termasuk Siantar-Simalungun yang merupakan daerah pertanian dimana lebih 75 % penduduknya hidup dari sektor pertanian (termasuk perikanan, peternakan, perkebunan dan kehutanan). Selain itu, mahasiswa pertanian Indonesia hanya mencari indeks prestasi (nilai) yang setinggi-tingginya agar dapat bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau instansi lain yang sangat mewah dan menjanjikan. Hal ini ditunjukkan oleh fakta lapangan bahwa sejak ada lowong penerimaan penyuluh pertanian sistem kontrak di Departemen Pertanian tiga tahun terakhir ini sejak itu pulalah lulusan SLTA memilih fakultas pertanian sebagai tempat studynya sudah lumayan banyak..   

Oleh karena itu diperlukan suatu strategi khusus untuk menguatkan kawula muda dan mahasiswa pertanian agar mau dan terpacu untuk terjun ke dunia pertanian baik langsung maupun tidak langsung.

Nelly br Torus anak Batak lahir di Dairi dan saat ini tinggal di London-Inggris mempunyai cita-cita mulia tanpa pamrih yang akan memprakarsai, mempelopori dan berusaha untuk memupuk bakat-bakat dan keinginan kaula muda agar tertarik menjadi petani modern atau pengusaha agribusiness yang penuh semangat dan kreatifitas. Cita-cita beliau telah dituangkan dalam suatu konsep ”Project Eco Farm” (Project Eco Tani & Kebun). Konsep tersebut telah dipublikasi pada tanggal 28 Januari 2010 melalui internet dalam website http://www.ecofarm@project-tapanuli.org dimana salah satu program dalam project tersebut adalah ”Program Kebun Sekolah”.  

Ide kebun sekolah muncul dengan melihat kenyataan bahwa banyak sekolah memiliki halaman/pekarangan yang cukup luas. Memang ada beberapa sekolah yang telah mempergunakan halaman/pekarangan sekolah untuk hal-hal yang positif dan telah beberapa sekolah berhasil mendesignnya dengan sangat bagus, penuh dengan pohon-pohon. Namun masih banyak sekolah belum memanfaatkan halaman/pekarangan sekolah, dibiarkan menjadi rimba lalang, semak-semak yang tidak indah dipandang mata. Lahan tidur seperti yang semestinya dapat dibuat menjadi kebun sekolah untuk menjadi sumber pendidikan pertanian dan sekaligus sebagai tempat bermain dan berolahraga yang menyenangkan.

Lebih jauh kebun sekolah diharapkan dapat berguna sebagai:

  1. Laboratorium lapang pertanian, yaitu tempat warga sekolah (guru, pegawai dan siswa) belajar bercocok tanam secara modern dan terarah
  2. Usaha produktif sekolah yang dapat menambah pendapatan sekolah
  3. Tempat warga sekolah menuangkan/mengembangkan  hobby/bakat  dan cita-cita dalam bidang pertanian
  4. Tempat warga sekolah mencari pengalaman kerja nyata yang dapat diaplikasikan dan berguna dalam kehidupan sehari-hari
  5. Sarana pendidikan warga sekolah cinta lingkungan
  6. Lingkungan yang nyaman, sehat dan indah 
  7. Pelestarian ekosistem yang sangat mendukung pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (suistanable development).

Menarik buat saya konsep yang ditawarkan Nelly br Torus tersebut sehingga antara saya dengan beliau terus menerus menjalin komunikasi dalam berbagai hal sehubungan dengan rencana pelaksanaan dan mensukseskan project dimaksud.

Saya coba sosialisasikan dan diskusikan konsep tersebut kepada beberapa teman. Bapak Ir. Hamdan Nasution, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun sangat respon dan mendukung konsep tersebut. Beberapa kali diskusi dengan Bapak Ir. Hamdan Nasution dan akhirnya disepakati untuk diprogramkan kebun sekolah bagi semua sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) baik negeri maupun swasta di Kabupaten Simalungun.

Mengawali pelaksanaaan program kebun sekolah di Kabupaten Simalungun maka pada hari Sabtu, 13 Februari 2010 lalu telah dilakasanakan acara pencanangan Program Kebun Sekolah di SMA Negeri I Pematang Bandar Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun-Sumut. Pada acara tersebut disamping Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun sendiri juga turut hadir Sekretaris Kecamatan Pematang Bandar, Kepala Desa, tokoh masyarakat, komite sekolah, orangtua murid, wartawan, dan warga  desa Pematang Bandar.  Semoga ada sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) lainnnya memprogramkan kebun sekolahnya..



MANFAAT JERUK NIPIS
Maret 28, 2010, 3:07 am
Filed under: Info

MANFAAT JERUK NIPIS

Oleh: Mustafa Ginting

Ir. Mustafa Ginting, M.Si

JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia)
Tanaman ini termasuk familia Rutaceae. Tumbuh di daerah yang terbuka dengan sirkulasi udara yang baik.Pengembangbiakannya dapat dilakukan melalui hasil semaian biji atau bibit cangkokan.

Tanaman ini mengandung:
limonen, linalin asetat, geranil astat, asam sitrat, vitamin C, kalsium, fosfor, vitamin B1, zat besi, fellandren, sitral.

Nama lainnya :
jeruk asam (Jawa); limau asam (Sunda); jeruk dhurga (Madura); lime (Inggris); lima (Spanyol); limah (Arab).

Kegunaan :
Batuk
1 jeruk nipis dicuci, campur dengan 1,5 sendok kecap dan garam, aduk rata, saring. Minum 1-3 kali sehari. Atau 1 jeruk nipis dicuci, peras. Beri air hangat, sepotong gula batu, aduk rata, saring. Minum 1 kali sehari sampai sembuh.

Sembelit
1 jeruk nipis dicuci, peras. Lumatkan 3 siung bawang merah yang sudah dikupas dan dicuci, beri 1 sendok minyak kayu putih, asam kawak sebesar telur puyuh, sedikit air masak. Campur dengan air jeruk. Oleskan ke seluruh tubuh, terutama di sekitar perut.

Ambeien
Akar pohon jeruk nipis dicuci, rebus dengan 1 liter air selama 1/2 jam, saring, minum airnya.
Haid tidak teratur.
3 sendok makan air jeruk nipis, madu, 2 gelas air panas, aduk rata. Untuk diminum 3 kali sehari.

Difteri
2 jeruk nipis dicuci, peras, airnya diseduh dengan segelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dipakai untuk kumur selama 3 menit, lalu telan. Minum 3 kali sehari, 2 sendok makan.

Jerawat
1 jeruk nipis dicuci, iris. Gosokkan pada kulit wajah.

Kepala pusing/vertigo
1/2 genggam daun jeruk nipis dicuci, lumatkan. Beri 1 sendok makan air jeruk nipis. Gosokkan ke tengkuk, dahi dan pelipis. Lakukan 1-2 kali sehari.

Suara serak
2 jeruk nipis dicuci, peras. Beri kapur sirih, garam dapur, 1 senodk makan madu murni dan 3/4 gelas air mendidih, aduk rata. Minum sekaligus menjelang tidur malam. Lakukan seminggu sekali.

Bau badan
a) Irisan jeruk nipis diolesi kapur sirih, ulaskan ke ketiak setelah mandi, biarkan beberapa saat, lalu bilas. Lakukan pagi dan sore.
b) Beberapa helai daun muda jeruk nipis ditumbuk sampai halus, dicuci, lumatkan. Pulung kecil-kecil seperti pil. Makan 3 kali sehari sesudah makan.

Menambah nafsu makan
Sesendok makan air jeruk nipis diberi gula secukupnya. Minum 2 kali sehari sesudah makan.

Mencegah rambut rontok
2 jeruk nipis dicuci, iris menjadi 3 atau 4. Oleskan airnya pada kulit kepala hingga merata, bungkus kepala dengan handuk semalaman. Keramas keesokan harinya. Lakukan 3 kali seminggu.
Sakit kepala/pusing tiba-tiba.
Peras air jeruk nipis ke segelas teh kental, beri garam. Minum sekaligus.

Ketombe
Oleskan air perasan 1-2 jeruk nipis ke seluruh kulit kepala. Biarkan 20-30 menit, lalu keramas. Setelah 3 kali melakukan (setiap kali akan cuci rambut), biasanya ketombe hilang.

Flu
Satu jeruk nipis dicuci, dipanggang sebentar. Kalau sudah agak dingin dibelah dan langsung diperas ke dalam mulut.

Demam
a) jeruk nipis dicuci, peras, 3 siung bawang merah dikupas, cuci, lumatkan, tambahkan 1 sendok makan minyak kelapa. Oleskan pada kening penderita.
b) Air perasan 1 jeruk nipis, 2 sendok makan madu, minum sekaligus.

Menghentikan kebiasaan merokok
Iris jeruk nipis, hisap, minum air putih. Lakukan beberapa kali sehari.

Amandel
Kulit 3 jeruk nipis dicuci, potong-potong, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal 3/4, saring. Kumur- kumur dengan airnya dan diminum. Lakukan 3-4 kali sehari, masing-masing 3 sendok makan.

Anyang-anyangan
2 jeruk nipis dicuci, peras, beri gula pasir secukupnya dan segelas air panas, aduk, minum sekaligus. Biasanya cukup dilakukan sekali.

Mimisan
1 jeruk nipis besar yang sudah tua dicuci, belah, peras, saring airnya untuk menetesi hidung. Lakukan 1-2 kali sehari.

SELAMAT MENCOBA…………….
Sumber: website jeniper



SANSEVIERIA TANAMAN ANTI POLUTAN DAN OBAT AMBEIN
Maret 28, 2010, 2:21 am
Filed under: Info

SANSEVIERIA TANAMAN ANTI POLUTAN DAN OBAT AMBEIN

Oleh: Mustafa Ginting

Ir. Mustafa Ginting, M.Si

Sansevieria atau biasa disebut lidah mertua adalah tanaman hias yang cukup populer dan sering digunakan sebagai tanaman hias baik di luar ruangan rumah (outdoor) maupun di dalam ruangan rumah (indoor). Tanaman ini termasuk ”bandel” mampu  hidup pada kondisi yang sedikit air dan tidak ada cahaya matahari sama sekali.  Perkembangbiakannya sangat mudah, dapat diperbanyak melalui anakan, stek daun dan potong pucuk.

Tanaman ini beraneka jenis & unik. Kecantikan sansevieria ditunjukkan dari ragam jenis, bentuk dan warna daun (lihat gambar beberapa jenis sansevieria). Ragam jenis snsevieria yang ada di alam ini tidak hanya diperoleh dari persilangan tanaman tetapi juga karena mutasi. Tanaman sansevieria ini mudah mengalami mutasi. Bahkan saat dilakukan pengembangbiakan melalui stek daun, yang seharusnya anaknya akan seperti induknya, namun pada sansevieria akan sering terjadi mutasi sehingga anaknya berbeda dengan induknya. Kenyataan inilah yang menjadikan ragam jenis sansevieria semakin bertambah banyak. Selain itu, keunikan juga ditunjukkan oleh tanaman ini melalui ragam bentuk, ukuran dan warna daun. Berbagai ukuran daun baik yang besar atau yang kecil; bentuk yang memanjang atau yang pendek, melebar atau membulat; juga corak warna yang juga beragam.

Berdasarkan penelitian NASA (National Aeronautics and Space Administration) dan Delima Hasri Azahari Darmawan Tenaga Ahli Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) menyatakan sansevieria mempunya banyak manfaatnya.

Di dalam tiap helai daun sansevieria ada pregnane glycoside, zat yang mampu mengurai zat beracun menjadi senyawa organik, gula, dan asam amino. Zat beracun yang diurai, seperti karbondioksida, benzen, xilen, formaldehid, koloroform, dan triklorotilen.

Di dalam ruangan, sansevieria bisa menangani sick building syndrome, yaitu keadaan ruangan yang tidak sehat akibat tingginya konsentrasi gas korbondioksida, nikotin dari rokok, dan penggunaan AC. Satu tanaman sansevieria trifasciata lorentii dewasa berdaun 4-5 helai dapat menyegarkan kembali udara dalam ruangan seluas 100 m persegi.

Selain itu, sansevieria trifasciata lorentii yang dipotong-potong 5 cm yang ditempatkan di dalam kulkas dan parit dapat menghilangkan aroma tidak sedap. Dalam lingkungan industri potongan daun ini disebarkan di ruang-ruang produksi industri untuk mereduksi senyawa beracun yang terhirup oleh pekerja. Juga dapat mereduksi radiasi gelombang elektromaknetik yang ditimbulkan oleh komputer dan televisi. Maka baik jika tanaman ini ditaruh di samping komputer atau televisi.

Sansevieria juga digunakan sebagai bahan baku tekstil dan bahan baku berbagai jenis obat-obatan. Si lidah mertua ini pun pernah diekspor ke Jepang tahun 2000 dan ke Korea tahun 2004. Namun pada tahun 2005 kegiatan ekspor sansevieria terhenti setelah hama busuk daun menyerang kebun petani sansevieria.

Disamping itu sansevieria dipercaya sebagai pembawa keberuntungan. Kemampuannya untuk tumbuh dalam segala kondisi dipercaya sebagai lambang kesuburan dan rezeki. Menurut feng shui sansevieria dipercaya dapat memberi energi positif pada sang empunya tanaman. Dengan adanya sansevieria di rumah seseorang rezeki akan lebih banyak mengalir ke rumah orang tersebut. Selain itu pengaruh negatif seperti penyakit dan nasib buruk juga akan hilang. Sudah barang tentu tidak ada penjelasan ilmiah untuk ini, tetapi banyak orang percaya memelihara sansevieria akan membawa keberuntungan bagi mereka.

Nah………….tunggu apalagi……………………..

  1. Ayo kenali, tanam dan kembangkan sansevieria…
  2. Buat pengusaha industri tekstil agar mengkaji ulang sansevieria untuk dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku tekstil saat ini.
  3. Buat peneliti….ayo teliti lebih lanjut fungsi sansevieria bagi kehidupan manusia.
  4. Buat pemerintah, ayo gunakan sansevieria sebagai tanaman penghijauan di dalam kota dan jejaki serta  buka kembali keran ekspor sansevieria ke manca negara.


KELADI TIKUS SUDAHI KANKER RAHIM
Maret 28, 2010, 1:30 am
Filed under: Info

KELADI TIKUS SUDAHI KANKER RAHIM

Oleh: Mustafa Ginting

                                                                                                                                                                                   Saidah, ibu satu anak tinggal di Jakarta pada Pebruari 2009 lalu divonis dokter mengidap penyakit kanker rahim.. Bobot tubuhnya melorot 20 kg dari  semula 60 kg menjadi 40 kg. Kondisi tubuh yang lemah membuat ia harus dirawat inap di rumahsakit.   Beliau telah menjalani 3 kali komoterapi, Dua pekan setelah komoterapi ke-tiga, Saidah kembali melakukan tes darah. Hasil  uji laboratorium menunjukkan nilai HOG meningkat tajam, menjadi 1.180 mlU/ml. Itu artinya kemoterapi belum berhasil meredam perkembangan sel kanker.

Dokter kembali  menyarankan Saidah untuk melakukan kemoterapi namun Saidah menolak saran itu. ”Tubuh saya saya tidak kuat lagi menahan efek komoterapi” ujarnya. Keluarga tidak tega melihat penderitaan Saidah. Rudi-adik Saidah berupaya mencari informasi herbal antikanker hingga menemukan keladi tikus. Rudi menyarankan kakaknya untuk mencoba keladi tikus (typhonium flogelliforme) itu.

Demi kesembuhan, Saidah pun mencoba, keladi tikus ditumbuk halus satu tanaman utuh-rimpang, batang dan daun-untuk sekali minum. Air perasannya diminum dengan sesendok madu setiap pagi dan sore. Sejak Saidah mengkonsumsi ramuan itu ia mulai merasakan manfaat keladi tikus. Badan Saidah yang semula sakit kini terasa lebih segar.

Setelah Saidah mengkonsumsi keladi tikus selama 10 hari, hasil cek darah menunjukkan nilai HOG turun menjadi 1.28mlU/ml. Saidah lanjutkan mengkonsumsi keladi tikus secara rutin selama 2 bulan. Pemeriksaan darah terakhir Juni 2009 menunjukkan nilai HOG melorot lagi menjadi 0.06 mlU/ml. Yang tak kalah pentinggnya bobot tubuh Saidah pun naik lagi menjadi 55 kg, karena nafsu makan  pulih. Akhirnya Saidah dinyatakan oleh dokter bebas murni dari kanker rahim.

Berdasarkan penelitian Choon-Sheen Lai (Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia) keladi tkus mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dan menginduksi apoptosis. Sementara hasil penelitian Peni Indrayudha (Fakultas Farmasi Universitas Muhammadyah Surakarta) membuktikan keladi tikus menghambat perkembangan sel kanker karena mengandung Riboson inoctivoting Proteins. (lebih lengkap dan jelasnya baca Majalah Trubus No.476 –Juli 2009/XI halaman 118-119).

Ketika aku membaca pengakuan Saidah  dalam majalah Trubus, sepertinya tidak begitu yakin keladi tikus yang seperti itu tanamannya (lihat gambar tanamannya) masak iya..dapat menyembuhkan kanker rahim. Dua bulan yang lewat seseorang datang kerumah saya mencari tanaman keladi tikus, katanya untuk digunakan sebagai obat kanker rahim kakaknya. Tadi pagi beliau datang kembali ke rumah saya menuturkan bahwa berdasarkan pemeriksaan dokter dinyatakan kakaknya sudah sembuh murni dari penyakit kanker rahim. Luar biasa keladi tikus dalam hatiku sambil ku elus-elus tanaman itu……     

Nah, tungggu apalagi……………………………………………

  1. Kenali, tanam dan kembangkan keladi tikus di pekarangan rumah anda.
  2. Informasikan kepada keluarga, tetangga, dan teman2, bila ada yang terjangkit penyakit kanker rahim, keladi tikus dapat digunakan sebagai alternatif pengobatannya.
  3. Buat peneliti….ayo teliti lebih lanjut fungsi keladi tikus ini bagi kehidupan manusia.


PEMANFAATAN PEKARANGAN
Maret 27, 2010, 11:56 pm
Filed under: Opini
Eksplorasi Pemanfaatan Pekarangan secara Konseptual
Sebagai Konsep ”Program Gerakan Dinas Pertanian Kota Pematangsiantar”

Oleh: Mustafa Ginting

                Pekarangan adalah lingkungan kita sehari-hari, jika ditata dengan baik  bakal menjadi taman. Pun jika kuasa dipelihara dengan baik, akan memberikan lingkungan menarik, nyaman dan sehat serta menyenangkan dan membuat kita betah berlama-lama tinggal di rumah.

Dengan menanam tanaman yang berproduktif, taman pekarangan dapat memberikan kesehatan yang memenuhi kepuasan jasmaniah dan rohaniah. Pemanfaatan pekarangan dengan tanaman produktif seperti tanaman holtikultura (tanaman buah-buahan, sayur-sayuran dan tanaman hias), rempah-rempah, obat-obatan, bumbu-bumbuan dan lainnya akan memberikan keuntungan yang berlipat ganda.
Bagi masyarakat Indonesia termasuk Koa Pematangsiantar, cerita pemanfaatan pekarangan dengan tanaman produktif dalam bentuk apotik hidup dan warung hidup tidak asing lagi. Bahkan  sejak beberapa tahun silam  pemerintah telah menjadikannya  jargon dalam program peningkatan pendapatan masyarakat khusus masyarakat kota. Namun sampai saat ini masih perlu dipertanyakan sampai sejauh mana aksinya terealisasi?.

Saat krisis melanda bangsa kita mulai pertengahan tahun 1997 yang menerpa kehidupan dan penghidupan masyarakat menjadi terpuruk.  Sampai saat ini masyarakat masih merasakan getirnya dampak krisis tersebut.. Kita harus bangkit dari keterlenaan itu, mari kembali menggali potensi di lingkungan yang kita miliki dengan menata dan memanfaatkan pekarangan secara konseptual.   

Pekarangan dan Pemanfaatannya

Pekarangan adalah sebidang tanah disekitar rumah yang terbatas sering dipagari dan ada juga yang tidak dipagari. Biasanya ditanami dengan beranekaragam jenis tanaman ada yang berumur panjang, berumur pendek, menjalar, memanjat, semak, pohon rendah dan tinggi serta terdapat ternak. Dalam hal ini pekarangan merupakan sebuah ekosistem buatan

Pekarangan jika dimanfaatkan secara konseptual dan dipelihara secara benar dan baik akan memberikan hasil tidak ternilai. Artinya kita manfaatkan dengan pendekatan ekosistem dan memperhatikan semua kepentingan yang ada di rumah kita, seperti kepentingan ibu, bapak, anak-anak, bahkan pembantu

Selain ditanami dengan tanaman, pekarangan dapat pula dimanfaatktan untuk memelihara ternak. Kotoran ternak itu dapat pupuk, begitu pula sampah atau daun-daunan bisa dijadikan kompos. Di samping memberikan hasil bersifat kebendaan yang dapat memenuhi kebutuhan jasmaniah, pekarangan juga memberikan hasil yang abstrak yaitu ketenangan, keindahan dan kedamaian yang dapat memenuhi kebutuhan untuk kesehatan rohaniah.

Pekarangan dapat merupakan tempat selingan pekerjaan, menyalurkan hobi, dapat menjadi pengikat yang baik bagi anggota keluarga, sehingga kebiasaan ibu-ibu bertandang ketetangga, atau menonton “gosip” di TV, maupun pergi ke mal dapat dikurangi. Demikian pula pengorbanan atau biaya untuk menanami pekarangan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan hasil yang diberikannya, bahkan hasilnyapun berkualitas tinggi. 

Di pekarangan dapat ditanami beraneka jenis tanaman yang menghasilkan yang dibutuhkan sehari-hari seperti tanaman buah-buahan, sayur-sayuran, bunga-bungaan, tanaman obat-obatan, bumbu-bumbuan, rempah-rempah, kelapa dll. Hasil pekarangan banyak variasinya yang dapat menghasilkan sepanjang tahun, dengan hasil yang segar.

Pemanfaatan pekarangan itu sangat menguntungkan, karena di pekarangan kita dapat:
Menciptakan lingkungan hidup nyaman, sehat dan estetis, dengan taman pekarangan akan dapat mengkreasikan seluruh aktivitas secara maksimal setiap anggota keluarga. Berbagai keuntungan yang diperoleh dengan memanfaatkan pekarangan secara konseptual antara lain:

  1. Pemanfaatan berpotensi sebagai penghasil (tambahan), seperti bahan pangan atau bahan obat-obatan bahkan ternak untuk kebutuhan hidup sehari-hari dalam rangka hidup sehat, murah dan mudah.
  2. .Pemanfaatan pekarangan dengan taman pekarangan yang konseptual akan memberikan kenyamanan serta dapat memenuhi kebutuhan jasmaniah dan rohaniah terutama anggota keluarga, maupun siapa saja yang lewat disekitar rumah kita.
  3. Pemanfaatan pekarangan mengandung nilai pendidikan khususnya dapat mendidik anggota keluarga cinta lingkungan, juga pekarangan dapat menjadi laboratorium hidup.
  4. Bila pemanfaatan pekarangan semakin berkembang, dengan diikuti kreativitas ibu-ibu pada suatu saat dapat menjadi industri pekarangan, sehingga dapat menjadi usaha tersendiri dalam rangka menambah pendapatan keluarga.  Hal ini sudah banyak contohnya ibu-ibu yang berhasil dimulai dari pemanfaatan pekarangan.   
  5. Pemanfaatan pekarangan merupakan bagian dari pembangunan hutan kota, guna lingkungan yang nyaman, sehat dan indah, sangat mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (suistanable development), karena pemanfaatan pekarangan merupakan pelestarian ekosistem yang sangat baik. Hutan kota yang berbentuk menyebar dan berstrata banyak merupakan hutan kota yang paling efektif dalam menanggulangi perubahan suhu, terutama di daerah Tropis. Bila setiap pekarangan dimanfaatkan secara konseptual, tentu akan terbangun hutan kota berbentuk menyebar dan berstrata banyak di mana-mana, tentu akan dapat menanggulangi masalah perubahan iklim karena kenaikan panas bumi.

 
Pekarangan dan Taman     

Suatu taman dikatakan baik dan menarik, jika taman tersebut mengandung nilai keindahan, bermanfaat dan sehat. Banyak orang mengartikan taman hanyalah sebidang tanah dalam kota misalnya taman bunga di jalan merdeka pematangsiantar, taman hewan pematangsiantar, atau taman sekitar rumah atau hotel, atau bangunan besar lainnya dimana disitu terdapat rumput peking, palm botol, cycas dan tanaman lain yang mahal-mahal.
Taman sebenarnya bukan hanya itu. Taman  mempunyai pengertian yang luas sekali, dan setiap orang dapat mempunyai pengertian sendiri-sendiri. Menurut seorang ahli hortikultura, taman adalah kebun tempat tanamannya tumbuh. Sementara menurut seorang penyair, taman adalah tempat dimana oarang dapat mengasingkan diri, bersistirahat merenung untuk mendapatkan inspirsi dan kegembiraan. Bagi seorang arsitek taman terbatas pada suatu perancangan dari segi estetika dan fungsional. Disini terlihat bahwa pengertian taman itu sangat relatif. Pengertian modern taman didasarkan kepada:

  1.  Adanya hubungan erat antara manusia dan aktifitasnya serta kesenangannnya, yang dapat memenuhi kebutuhan jasmaniahnya.
  2. Adanya hubungan erat dengan keindahan yang memberikan kesenangan pancaindera dan perasaannya, yang dapat memenuhi kebutuhn rohaniah.

 

Taman secara umum dapat dikatakan suatu daerah luas atau sempit dimana terdapat keselarasan dan kesatuan dari unsur-unsur tanaman hias dan benda-benda lainnya yang terdapat di dalamya sehingga memberikan suatu pemandangan. Daerah itu dapat berarti pegunungan, taman rekreasi, kota, kampung, pekarangan dan lainnya. Tentang luas atau sempitnya daerah itu tidak menjadi persoalan.     

Rasanya senang sekali mempunyai rumah yang besar dan halaman atau pekarangan yang luas. Tetapi kenyataannya tidak demikian, karena rumah yang besar akan membuat kita sibuk dan menghabiskan waktu untuk mengurus rumah, begitu pula akan membutuhkan biaya yang besar untuk perawatan dan pemeliharaannya.

Akan lebih baik dan nyaman, bila kita punya rumah sedang atau lebih kecil dengan pekarangan yang luas. Dengan demikian penghuni rumah akan lebih banyak dapat berkreasi dalam pemanfaatan pekarangan, bahkan akan memberikan penghasilan tambahan yang tidak disengaja atau tidak diduga, karena dipekarangan setiap penghuni rumah dapat melakukan apa saja.
Secara garis besar area atau daerah taman pekarangan pada umumnya dapat dibagi menjadi:

  1. Daerah umum (public area). Taman yang kita buat dimaksudkan pada area ini selain dilihat dan dinikmati oleh penghuni rumah juga oleh siapa saja yang lewat di depan atau disekitar rumah kita.
  2. Daerah kesibukan (service area). Taman yag kita buat pada area ini adalah untuk kesibukan penghuni rumah, misalnya tempat mencuci pakaian, mencuci piring atau lainnya. Pada area inipun dapat ditanam tanaman bumbu-bumbuan, sayur-sayuran atau tempat menanam tanaman obat-obatan. Begitu pula tempat anak-anak bermain. Biasanya daerah ini diletakkan dekat dapur, dengan maksud bila mau ambil tanaman bumbu pada saat sedang memasak mudah dan dekat sehingga tidak memerlukan waktu yang lama, jadi masakannya tidak menjadi hangus. Begitupula tempat anak-anak bermain diletakkan didaerah ini, dengan maksud ibu atau pembantu rumah tangga atau penghuni rumah yang lainnya sambil bekerja, setiap saat dapat mengawasi anak-anak yang sedang bermain. Apalagi tiba-tiba ada anggota keluarga memerlukan tanaman obat-obatan, terutama pada malam hari dapat dengan mudah dan aman mengambilnya.
  3. Daerah pribadi (private area). Daerah ini kita buat taman yang khusus untuk pribadi, misalnya tempat ibu atau bapak menanam tanaman hobbinya tempat “bertukang”, melakukan penelitian yang paling hemat, aman, setiap saat dapat diamati. Daerah pribadi ini biasanya disediakan disamping rumah.
  4. Daerah famili (family area). Daerah ini dapat dibuat taman untuk kepentingan keluarga, atau tempat berolah raga, atau tempat keluarga berkumpul, camping dan lainnya. Jangan lupa memikirkan tempat anak-anak dikala remaja bersantai. Taman untuk keluarga ini diberi tempat yang strategis dipekarangan bila pekarangannya luas.

Dari pengertian sederhana tentang pekarangan dan taman, maka sudah saatnya setiap keluarga membuat taman pekarangan secara konseptual. Dengan membuat taman pekarangan banyak sekali manfaatnya yang dapat dinikmati dalam rangka memenuhi kebutuhan kesehatan dan  kesejahteraan keluarga baik kebutuhan jasmaniah maupun rohaniah anggota keluarga antara lain karena:

  1. Taman dibuat oleh keluarga, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anggota keluarga
  2. Pemeliharaan dapat lebih teliti, sepanjang waktu oleh anggota keluarga
  3. Dapat menyalurkan hobbi anggota keluarga, misalnya koleksi berbagai jenis tanaman
  4. Dapat dipetik sepanjang tahun, berkualitas tinggi dan dapat dinikmati sepanjang tahun.
  5. Dapat dipetik sepanjang waktu, disaat diperlukan seperti tanaman obat-obatan atau bumbu.
  6. Dapat memetik hasil dalam keadaan segar dan masak di pohon.
  7. Dapat memberikan pendapatan tambahan, dan hubungan baik dengan tetangga.
  8. Dapat memberikan pekerjaan selingan bagi ibu-ibu dan seluruh anggota keluarga.
  9. Tempat menyalurkan kreatifitas terutama anak-anak dan anggota keluarga lainnya.

”Program Gerakan Dinas Pertanan Kota Pematangsiantar” suatu Konsep

Mengingat pemanfaatan pekarangan mempunyai banyak fungsi terutama dalam rangka peningkatan pendapatan keluarga maka perlu dikembangkan secara intensif, terutama dalam menggali potensi pekarangan, sehingga dapat merupakan usaha yang menguntungkan. Selanjutnya melihat kenyataan dewasa ini, harga obat maupun harga buah-buhan sangat tingggi. Begitu pula sayur-sayuran yang bagus harganya juga tinggi dan bahkan untuk mendapatkan buah-buahan dan sayur-sayuran yang berkualitas di pasar tradisional jarang ada yang bagus.
Oleh karena itu bila pekarangan dapat dimanfaatkan menjadi apotik hidup, warung hidup, taman pekarangan akan membantu keluarga mengatasi masalah tersebut 

Berbicara mengenai pemanfaatan pekarangan tentunya sasarannya utamanya adalah perkotaan walaupun tidak terlepas pedesaan. Karena masyarakat kota mempunyai pekarangan luas yang belum dimanfaatkan sementara kebutuhan sehari-harinya seperti sayuran, buah-buahan, dan bumbu masak  diperoleh dengan cara membeli.  Padahal pengadaannya dapat dilakukan sendiri oleh keluarga tanpa mengeluarkan uang dengan memanfaatkan pekarangan saja.

Bila kita bersafari di Kota Pematangsianta rmaka banyak ditemui pekarangan luas yang belum dimanfaatkan. Bahkan masih banyak tanah kosong yang direncanakan peruntukannya bangunan rumah namun belum difungsikan. Sepanjang tanah seperti ini belum difungsikan alangkah baiknya dimanfaatkan apakah itu oleh pemilik, keluarga, ataupun tetangga sebagai lahan bertanam berbagai jenis tanaman..

Mencermati potensi pekarangan dan tanah kosong di Kota Pematangsiantar serta kondisi sekarang ini dimana sebagian besar masyarakat mengalami kesulitan ekonomi sebagai dampak krisis yang berkelanjutan menerpa Indonesia maka sangat tepat momennya Distan Kota Pematangsiantar mencanangkan ”Program Gerakan Pemanfaatan Pekarangan dan Tanah Kosong secara konseptual”. Apalagi halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Pematangsiantar pun masih luas tanah kosong yang dapat dijadikan sebagai contoh kepada masyarakat Kota Pematangsiantar bagaimana memanfaatkan pekarangan dengan baik dan berguna. Misalnya saja menanam berbagai jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai obat,  Tanaman Obat keluarga (Toga).  Melalui Toga ini, disamping sebagai model untuk ditontonkan kepada masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan juga bisa sebagai sumbangan Pemko kepada masyarakat yang membutuhkan tanaman obat. Hal ini penting sekali mengingat begitu banyaknya masyarakat sekarang ini dihinggapi penyakit berat-berat seperti kangker payudara, hipertensi, kolestrol, leukemia dan sebagainya.

Banyak pengalaman menunjukkan bahwa penyakit berat seperti itu dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi tanaman jenis tertentu. Akhir-akhir ini penulis sering ditanya orang mengeani tempat atau sumber diamana bisa mendapatkan jenis tanaman yang mereka butuhkan untuk digunakan menjadi obat  

Bila Dinas Pertanian Kota Pematangsiantar membuat Taman Toga berarti dengan sendirinya memfasilitasi masyarakat untuk tidak ke Penang berobat. Hanya saja jenis tanaman obat yang ditaman hendaknya disesuaikan pula dengan perkembangan penyakit yang ada sekarang ini. Jangan jahe, kunyit yang ditanam tetapi misalnya stevia, sirih hitam, keladi tikus,  binahong dan sebagainya. Dinas Pertanian Kota Pematangsiantar sudah barangkali  lebih mengetahui jenis tanaman obat yang sesuai dikembangkan saat ini dan mengetahui dimana bisa mendapatkan bibitnya, hanya komitmen saja..

Semoga ada komitmen dan niat baik Pemko Pemtangsiantar dalam hal ini Dinas Pertanian Kota Pematangsiantar untuk membantu dan memfasilitasi masyarakat dalam rangka memanfaatkan pekarangan dan tanah kosong demi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masayarakat Kota Pematangsiantar.