Musgin's Blog


Magang Kerja Ke Jepang
Januari 30, 2018, 7:17 am
Filed under: Tak Berkategori
Iklan


Magang Kerja 3 Tahun di Jepang
Januari 27, 2018, 10:38 pm
Filed under: Info | Tag: ,

Magang ke Jepang



Logo PPK USI
Januari 26, 2018, 10:19 pm
Filed under: Tak Berkategori

LOGO PPK USI



Logo PPK USI
Januari 25, 2018, 2:09 am
Filed under: Tak Berkategori

LOGO PPK USI



LOWONGAN KERJA PERTANIAN, KEHUTANAN, EKONOMI, MIPA dan TEKNIK
Januari 28, 2013, 2:52 am
Filed under: Info

LOWONGAN KERJA

Pertanian; Kehutanan; Ekonomi; MIPA Biologi; MIPA Kimia dan Teknik


First Resources Ltd (dahulu bernama PT.SURYA DUMAI GROUP) bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Simalungun (USI) Pematangsiantar merekrut karyawan utk perkebunan kelapa sawit dgn kualifikasi sbb:
1).Laki-laki umur max 28 thn dan belum menikah;
2). IPK min 2.75;
3). a. Lulusan D3/S1 Fakultas Pertanian/Perkebunan/Kehutanan untuk semua Jurusan/Program Studi dan MIPA Biologi sebagai posisi ASISTEN KEBUN;
b. Lulusan S1 Fakultas Ekonomi Akuntansi sebagai posisi ASISTEN ADMINISTRASI;
c. Lulusan S1 Fakultas Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Kimia dan MIPA KIMIA sebagai posisi ASISTEN PABRIK;
4). Berbadan sehat dgn tinggi badan min 165 cm dan tidak buta warna;
5). Mampu mengoperasikan aplikasi MS Office;
6).Bersedia mengikuti program pendidikan/training dan menjalani masa ikatan dinas;
7). Bersedia ditempatkan di wilayah operasional perusahaan (Riau, Kalbar, dan Kaltim);
8).a. Lamaran ditulis dgn tangan sendiri yg ditujukan kepada: Recruitment and Selection Department -First Resources Ltd,
Gedung Surya Dumai Lantai 10 Jln. Sudirman No.395 PEKANBARU
b. Surat lamaran/permohonan dilengkapi dengan melampirkan fotocopy ijajah dan transkrip nilai masing-masing rangkap 3 (tiga);
c. Surat lamaran beserta lampirannya diserahkan langsung atau dikirimkan kepada: Ir.Mustafa Ginting, M.Si – Pembantu Dekan III Fakultas Pertanian Universitas Simalungun (USI) Jl. Sisingamangaraja Barat Pematangsiantar-Sumatera Utara;
9).a. Seleksi diadakan pada bulan Pebruari 2013 (tanggal dan waktu di informasikan kemudian);
b. Tempat seleksi di Fakultas Pertanian Universitas Simalungun (USI), Jln Sisingamaraja Barat Pematangsiantar-Sumut;
10). Info lebih lanjut hubungi Ir. Mustafa Ginting, M.Si, (Nomor contact 0813 6144 8874) (USI). Trims



PEMANFAATAN JERAMI MENJADI BOKASHI
Maret 30, 2010, 12:32 pm
Filed under: Info, Opini

PEMANFAATAN JERAMI MENJADI BOKASHI

Oleh: Mustafa Ginting

Ir. Mustafa Ginting, M.Si

Ir. Mustafa Ginting, M.Si

Pupuk merupakan salah satu sarana produksi pertanian yang sangat besar peranannya dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas komoditas hasil pertanian. Oleh karena itu petani dengan pupuk tidak dapat dipisahkan.  Pupuk adalah kehidupan  bagi petani.

Petani di Indonesia termasuk petani di Siantar-Simalungun dalam berusahatani pada umumnya menggunakan pupuk anorganik (pupuk kimia) seperti urea, ponska, KCl dan sebagainya.  Mereka tidak yakin bisa memperoleh hasil panen maksimal bila tidak menggunakan pupuk kimia.

Akhir-akhir ini terjadi masalah  besar menyangkut pupuk kimia, langkanya pupuk kimia di pasar. Bila pupuk tersedia tetapi harganya luar biasa mahalnya, tidak terjangkau oleh petani. Untuk ini perlu segera dicarikan solusi dan upaya mengatasi masalah ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk kimia dalam berusahatani. Upaya ini antara lain perlu diterapkan suatu teknologi baru yang murah, tepat guna, mudah tersedia bagi petani, alias mudah, murah dan meriah. Dengan kata lain memaksimalkan pemanfaatan seluruh potensi sumber daya yang ada di sekitar petani itu sendiri sehingga tidak memutuskan rantai sistem ekologi pertanian itu sendiri.

Melihat kenyataan di lapangan bahwa pada umumnya petani membakar jerami padinya bila panen tiba. Padahal jerami itu bila dirakit dengan mikroorganisme aktif (mikroba perombak) akan menjadi bokashi (pupuk organik) dalam waktu dua minggu dan fungsinya bagi tanaman tidak kalah dengan pupuk kimia seperti urea, ZA dan phonska.

Bokashi singkatan dari “Bahan Organik Kaya Akan Sumber Hayati”.  Bokashi adalah pupuk kompos yang dihasilkan dari proses fermentasi (peragian) bahan organik dengan mikroorganisme aktif (mikroba perombak). Beberapa keunggulan bokashi daripada kompos sebagai berikut:  

  • Bokashi lebih unggul dibandingkan dengan kompos. Karena Bokashi diolah dengan menggunakan mikroorganisme aktif (mikroba perombak).
  • Bila dilihat perbandingan antara Bokashi dan kompos, kandungan hara pada Bokashi lebih tinggi, periode proses pada tanaman lebih cepat, pengaruh terhadap tanah sempurna, energi yang hilang rendah dan populasi mikroorganisme dalam tanah lebih sempurna dibanding kompos, Dapat digunakan 7 – 14 hari setelah fermentasi meski bahan organiknya belum terurai seperti pada kompos
  • Mikroba perombak merupakan salah satu pupuk hayati yang dapat membantu mempercepat proses pengomposan bahan organik  menjadi pupuk organik yang siap diberikan untuk tanaman.

Untuk itu, perlu kiranya disosialisasikan teknologi pembuatan bokashi ini kepada para petani.

Jenis-jenis Bokashi

Berdasarkan bahan baku

  • Bokashi hijau: bahan utamanya jerami dan daun segar
  • Bokashi coklat: bahan utamanya kotoran hewan dicampur serbuk gergaji atau sisa bakaran arang

Dapat juga dibedakan:

  •  Bokashi padat (bahan bakunya serasehan)
  •  Bokashi cair (kotoran atau air seni ternak)

Bahan Organik untuk Membuat Bokashi

  1. Bahan yang mempunyai kandungan unsur N tinggi
  • Daun yang berdaun lebar, berbulu dan empuk, bunga kuning, gamal.
  • Daun yang berpasangan: petai cina, turi, lamtoro.

    2.  Bahan yang mempunyai kandungan unsur K tinggi

  • Jerami padi
  • Limbah sayuran asal kacang-kacangan
  • Sabut kelapa dicincang hancur

    3.  Bahan yang mempunyai kandungan unsur P tinggi

  • Dedak
  • Limbah sayuran asal kacang-kacangan
  • Tongkol jagung
  • Serbuk gergaji
  • Jerami padi (dicincang)
  • Arang sekam

Mikroorganisme atau aktivator (mikroba perombak) pembuatan bokashi

  • EM-4 (Efective Microorganism-4)
  • MOD 71
  • Subernik Tobanik
  • M-Dec
  • Dan sebagainya

Catatan:  Berdasarkan pengalaman lapangan bahwa dari berbagai sarasehan dan mikroorganisme yang ada, paling praktis dan efisien digunakan sebagai bahan pembutan bokashi adalah jerami dirakit dengan M-Dec

Teknik Pembuatan Bokashi dari Jerami dan Mikroorganisme M-Dec

a.    Mikroorganisme  M-Dec

            M-Dec merupakan salah satu pupuk hayati yang dapat membantu mempercepat proses pengomposan bahan organik  menjadi pupuk organik yang siap diberikan untuk tanaman yang diproduksi oleh Balai Penelitian Tanah Departemen Pertanian Bogor. M-Dec  mengandung Trichoderma sp, Aspergillus sp, dan Trametes sp.  Sedangkan manfaatnya dapat  mempercepat proses pengomposan sisa-sisa tanaman pertanian (jerami, seresah jagung), perkebunan (tandan kosong kelapa sawit), dan hortikultura (sampah sayuran), sampah perkotaan (kertas, daun sisa tanaman, potongan rumput), kotoran hewan, sehingga dapat segera menjadikannya bahan organik tanah yang berfungsi menyimpan dan melepaskan hara di sekitar tanaman. Keunggulan M-Dec antara lain adalah  lama pengomposan dengan M-Dec 2 (dua) minggu untuk  menghasilkan bokashi yang sudah matang, mengurangi imobilisasi hara, penyakit tular tanah, larva insek, biji gulma, volume bahan buangan, dan masalah lingkungan.

b.      Bahan/alat-alat yang diperlukan

  • Jerami (sebaiknya dicingcang kecil-kecil).
  • M-Dec dengan sebanyak 1 kg untuk setiap 1 ton jerami
  • Kotoran ternak secukupnya
  • Air (diupayakan bukan air PAM) sebanyak ½ kg M-Dec dalam 10 liter air
  • Plastik hitam
  • Tali plastic
  • Ember/alat semprot
  • Cangkul/garuk
  • Parang/gergaji
  • Kayu atau bambu atau sejenisnya

c.       Prosedur Pembuatan

  • Siapkan petakan bokashi ukuran 1 x 1 x 1,20 m3 di atas tanah dengan bahan kayu atau apa saja yang di tempat itu.
  • Taburkan kotoran ternak secara merata (secukupnya) pada dasar petakan.
  • Campur M-Dec dengan air sebanyak ½ kg M-Dec dalam 10 liter air
  • Tumpuk bahan organik, lapis demi lapis setebal ±20 cm
  • Antara satu lapisan dengan lapisan selanjutnya ditabur kotoran ternak secukupnya dan setiap lapisan tersebut dibasahi dengan M-Dec yang sudah dicampur dengan air
  • Ditutup dengan plastik hitam seluruh bagian petakan bokashi dan diikat dengan tali plastik. Jangan ada lobang atau ruangan yang bisa air masuk kedalam petakan tersebut
  • Setelah 1 (satu) minggu, lakukan pembalikan dan penyiraman bahan organik dengan M-Dec yang sudah dicampur dengan air
  • Lama pengomposan bisa 2 (dua) minggu untuk bahan organik jerami padi dan sejenisnya dan 4 (empat) minggu untuk bahan organik tandan kosong kelapa sawit dan sejenisnya
  • Bokashi yang telah matang berwarna hitam kecoklatan dengan suhu sekitar 300C, kelembaban 40-60%, dan tidak mengeluarkan bau.

    Mustafa Ginting (tertawa)

SELAMAT MEMPRAKTEKKANNYA….!!!!!



PROGRAM KEBUN SEKOLAH
Maret 30, 2010, 11:22 am
Filed under: Info, Opini

MENARIK MINAT KAWULA MUDA TERHADAP PERTANIAN MELALUI PROGRAM KEBUN SEKOLAH

Oleh: Mustafa Ginting

Ir. Mustafa Ginting, M.Si

Ir. Mustafa Ginting, M.Si

Dalam kesempatan memberikan penyuluhan dan seminar pertanian di Siantar, Simalungun, Tobasa, Serdang Bedagai saya sangat tergelitik dengan satu pertanyaan yang sering muncul dari peserta. Pertanyaan ini bagi saya, sangat sulit untuk  di jawab. Adapun isi pertanyaan tersebut adalah bagaimana memotivasi kaum muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Persoalan kawula muda di bidang pertanian memang dari dulu sudah ada dan persoalan ini hampir terjadi di seluruh Indonesia. Persoalan ini sangat rumit untuk di atasi karena menyangkut keinginan dan kepedulian sesorang yang ada pada dirinya.

Pertanian bagi kawula muda dilihat sebagai suatu yang, kotor, penuh dengan lumpur, cangkul, sabit, rumput, miskin dan keterbelakangan. Sehingga di desa-desa kita lihat petani kebanyakan orang yang sudah berumur di atas 45-an ke atas alias tua. Padahal pertanian tidak seperti itu, bahkan  pertanian adalah suatu yang sangat menjanjikan baik dari segi ekonomi maupun sosial.

Problematika kawula muda juga melanda mahasiswa pertanian, hal ini terlihat semakin sedikitnya mahasiswa untuk mengambil studi pertanian,  toh kalaupun ada hanya sebagai pilihan kedua. Ini adalah sangat ironis terjadi di Indonesia termasuk Siantar-Simalungun yang merupakan daerah pertanian dimana lebih 75 % penduduknya hidup dari sektor pertanian (termasuk perikanan, peternakan, perkebunan dan kehutanan). Selain itu, mahasiswa pertanian Indonesia hanya mencari indeks prestasi (nilai) yang setinggi-tingginya agar dapat bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau instansi lain yang sangat mewah dan menjanjikan. Hal ini ditunjukkan oleh fakta lapangan bahwa sejak ada lowong penerimaan penyuluh pertanian sistem kontrak di Departemen Pertanian tiga tahun terakhir ini sejak itu pulalah lulusan SLTA memilih fakultas pertanian sebagai tempat studynya sudah lumayan banyak..   

Oleh karena itu diperlukan suatu strategi khusus untuk menguatkan kawula muda dan mahasiswa pertanian agar mau dan terpacu untuk terjun ke dunia pertanian baik langsung maupun tidak langsung.

Nelly br Torus anak Batak lahir di Dairi dan saat ini tinggal di London-Inggris mempunyai cita-cita mulia tanpa pamrih yang akan memprakarsai, mempelopori dan berusaha untuk memupuk bakat-bakat dan keinginan kaula muda agar tertarik menjadi petani modern atau pengusaha agribusiness yang penuh semangat dan kreatifitas. Cita-cita beliau telah dituangkan dalam suatu konsep ”Project Eco Farm” (Project Eco Tani & Kebun). Konsep tersebut telah dipublikasi pada tanggal 28 Januari 2010 melalui internet dalam website http://www.ecofarm@project-tapanuli.org dimana salah satu program dalam project tersebut adalah ”Program Kebun Sekolah”.  

Ide kebun sekolah muncul dengan melihat kenyataan bahwa banyak sekolah memiliki halaman/pekarangan yang cukup luas. Memang ada beberapa sekolah yang telah mempergunakan halaman/pekarangan sekolah untuk hal-hal yang positif dan telah beberapa sekolah berhasil mendesignnya dengan sangat bagus, penuh dengan pohon-pohon. Namun masih banyak sekolah belum memanfaatkan halaman/pekarangan sekolah, dibiarkan menjadi rimba lalang, semak-semak yang tidak indah dipandang mata. Lahan tidur seperti yang semestinya dapat dibuat menjadi kebun sekolah untuk menjadi sumber pendidikan pertanian dan sekaligus sebagai tempat bermain dan berolahraga yang menyenangkan.

Lebih jauh kebun sekolah diharapkan dapat berguna sebagai:

  1. Laboratorium lapang pertanian, yaitu tempat warga sekolah (guru, pegawai dan siswa) belajar bercocok tanam secara modern dan terarah
  2. Usaha produktif sekolah yang dapat menambah pendapatan sekolah
  3. Tempat warga sekolah menuangkan/mengembangkan  hobby/bakat  dan cita-cita dalam bidang pertanian
  4. Tempat warga sekolah mencari pengalaman kerja nyata yang dapat diaplikasikan dan berguna dalam kehidupan sehari-hari
  5. Sarana pendidikan warga sekolah cinta lingkungan
  6. Lingkungan yang nyaman, sehat dan indah 
  7. Pelestarian ekosistem yang sangat mendukung pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (suistanable development).

Menarik buat saya konsep yang ditawarkan Nelly br Torus tersebut sehingga antara saya dengan beliau terus menerus menjalin komunikasi dalam berbagai hal sehubungan dengan rencana pelaksanaan dan mensukseskan project dimaksud.

Saya coba sosialisasikan dan diskusikan konsep tersebut kepada beberapa teman. Bapak Ir. Hamdan Nasution, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun sangat respon dan mendukung konsep tersebut. Beberapa kali diskusi dengan Bapak Ir. Hamdan Nasution dan akhirnya disepakati untuk diprogramkan kebun sekolah bagi semua sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) baik negeri maupun swasta di Kabupaten Simalungun.

Mengawali pelaksanaaan program kebun sekolah di Kabupaten Simalungun maka pada hari Sabtu, 13 Februari 2010 lalu telah dilakasanakan acara pencanangan Program Kebun Sekolah di SMA Negeri I Pematang Bandar Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun-Sumut. Pada acara tersebut disamping Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun sendiri juga turut hadir Sekretaris Kecamatan Pematang Bandar, Kepala Desa, tokoh masyarakat, komite sekolah, orangtua murid, wartawan, dan warga  desa Pematang Bandar.  Semoga ada sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) lainnnya memprogramkan kebun sekolahnya..