Musgin's Blog


TEKNOLOGI MENANAM CABE
Mei 18, 2009, 9:28 pm
Filed under: Info

TEKNOLOGI MENANAM CABE

Oleh: Ir. Mustafa Ginting, MSi
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Simalungun Pematangsiantar

Materi ini sebagai modul yang disampaikan pada penyuluhan yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Kerjasama LPPM-USI dengan Proyek DAFEP Kabupaten Simalungun

Cabe atau lombok (Copsicum annum) termasuk suku Solanaceae dan merupakan tanaman yang mudah ditanam didataran rendah atau dataran tinggi. Tanaman cabe banyak mengandung vitamin A dan C serta mengandung minyak atsiri, yang rasanya pedas dan memberikan kehangatan panas bila kita gunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur).

Kita sering melihat para ibu rumah tangga yang menanam cabe sebagai selingan yang menguntungkan. Hasil buahnya bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar.

Syarat Tumbuh
Tanaman cabe cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang serta tidak tergenang air. PH tanah yang ideal sekitar 5 – 6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (Maret- April). Untuk memperoleh harga cabe yang baik, bisa juga waktu tanam dilakukan pada bulan Oktober dan panen bulan Desember, walaupun ada resiko kegagalan. Usahakan dibuat saluran drainase yang baik.

Tanaman cabe diperbanyak melalui biji, yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit. Buah cabe yang telah kita seleksi untuk bibit dijemur hingga kering. Kalau panasnya cukup, dalam lima hari tela kering, kemudian baru kita ambil bijinya. Untuk areal 1 hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg buah cabe (300 – 500 gram biji).

Persemaian
Tanah persemaian digemburkan dan dibuat bedengan dengan lebar 125 cm panjang menurut ukuran tanah dan diberi pupuk kandang serta dicampur dengan TSP 1 kg per meter bujur sangkar. Saat pemberian 2 hari sebelum benih ditaburkan. Setelah itu ditutup dengan tanah atau sekam untuk menghindari hujan dan angin. Benih cabe dapat dipindah setelkah berumur 1 bulan.

Pengolahan Tanah
Sambil menunggu bibit yang akan dipindahkan, tanah disiapkan dengan pengolahan yang baik, bersamaan dengan itu diperam pupuk kandang yang dicampur dengan TSP dan Urea selama 20 hari (1 karung pupuk kandang + 1 kg TSP + ¼ kg Urea). Satu hektar membutuhkan pupuk kandang 15 ton. Seminggu sebelum tanaman pupuk kandang dimasukkan kedalam lubang tanam 1/5 kg per lubang dengan jarak tanam 50 x 60 cm.

Pemeliharaan
Setelah tanaman berumur 15 – 20 hari, dilakukan pemupukan pertama. Caranya dengan mencampur ZA 400 kg, TSP 200 kg dan KCL 50 kg per hektar. Dari campuran tersebut dimasukkan kelubang tanaman 10 gr. Pada umur 35 – 40 hari setelah tanam dipupuk lagi dengan 15 gr perlubang tanam (campuran 350 kg ZA dan 50 kg KCL).

Pemupukan selanjutnya pada umur 60 hari setelah tanam dengan memberikan 20 gr dari campuran ZA 400 kg dan KCL 50 kg. Pemupukan tetap diulangi lagi setiap 20 hari setelah tanaman cabe panen 4 – 5 kali dengan dosis seperti di atas. Untuk meningkatkan produksi tanaman cabe perlu diberikan Bayfolan atau Gandahasil B dimulai pada hari ke 4, 8 dan 12 hari setelah tanam kemudian satu kali seminggu.

Zat pengatur tumbuh diberikan setelah setelah tanaman berumur 15 hari dan diberikan setiap 20 hari sekali, dengan dosis 1 sendok teh dalam 20 liter. Zat pengatur tumbuh yang dapat digunakan seperti Atonik, Dekamon dan lain-lain.

Hama dan Penyakit
Pada musim kemarau tanaman cabe sering diserang hama lalat buah (Dacus dorsalis) yang bisa merusak buah cabe, kutu daun (Myzus persiace), Trips sp dan Aphis sp dapat diberantas dengan pestisida Curacron atau Ortheno 75 Sp, yang disemprot sekali seminggu.

Pada musim penghujan tanaman cabe banyak diserang penyakit seperti Antraknose atau Kaprak (Colectroticum copsici) dan cendawan yang menyebabkan bercak daun (Phytopora capsici) serta penyakit layu (Pscudomonas Solanaecarum). Penyakit ini dapat dicegah dan diberantas dengan fungisida seperti Dhitane 45 dan fungisida lainnya.

Penyakit virus yang banyak menyerang pada tanaman cabe yang mengakibatkan daun menjadi keriting berwarna kekuning-kuningan. Oleh karena itu sebaiknya tanaman yang terserang dibongkar dan dibakar.

Kebersihan kebun cabe sangat diperlukan. Kebun yang kotor akan merangsang berjangkitnya penyakit keriting. Oleh karena itu tanamlah bibit-bibit yang sehat. Gunakanlah pupuk yang sesuai jenis dan dosisnya, karena pemupukan yang tepat akan berpengaruh kepada pertumbuhan tanaman cabe yang akibatnya akan menambah daya tahan teradap serangan ama dan penyakit.

Panen
Buah pertama telah dapat dipetik pada umur 80 – 85 hari setelah tanam. Tanaman yang baik dapat dipetik 20 – 25 kali setiap 4 hari sekali dengan produksi 3 – 4 ton/hektar (1,5 – 2 ons per rumpun tanaman).


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: