Musgin's Blog


PROGRAM KEBUN SEKOLAH
Maret 30, 2010, 11:22 am
Filed under: Info, Opini

MENARIK MINAT KAWULA MUDA TERHADAP PERTANIAN MELALUI PROGRAM KEBUN SEKOLAH

Oleh: Mustafa Ginting

Ir. Mustafa Ginting, M.Si

Ir. Mustafa Ginting, M.Si

Dalam kesempatan memberikan penyuluhan dan seminar pertanian di Siantar, Simalungun, Tobasa, Serdang Bedagai saya sangat tergelitik dengan satu pertanyaan yang sering muncul dari peserta. Pertanyaan ini bagi saya, sangat sulit untuk  di jawab. Adapun isi pertanyaan tersebut adalah bagaimana memotivasi kaum muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Persoalan kawula muda di bidang pertanian memang dari dulu sudah ada dan persoalan ini hampir terjadi di seluruh Indonesia. Persoalan ini sangat rumit untuk di atasi karena menyangkut keinginan dan kepedulian sesorang yang ada pada dirinya.

Pertanian bagi kawula muda dilihat sebagai suatu yang, kotor, penuh dengan lumpur, cangkul, sabit, rumput, miskin dan keterbelakangan. Sehingga di desa-desa kita lihat petani kebanyakan orang yang sudah berumur di atas 45-an ke atas alias tua. Padahal pertanian tidak seperti itu, bahkan  pertanian adalah suatu yang sangat menjanjikan baik dari segi ekonomi maupun sosial.

Problematika kawula muda juga melanda mahasiswa pertanian, hal ini terlihat semakin sedikitnya mahasiswa untuk mengambil studi pertanian,  toh kalaupun ada hanya sebagai pilihan kedua. Ini adalah sangat ironis terjadi di Indonesia termasuk Siantar-Simalungun yang merupakan daerah pertanian dimana lebih 75 % penduduknya hidup dari sektor pertanian (termasuk perikanan, peternakan, perkebunan dan kehutanan). Selain itu, mahasiswa pertanian Indonesia hanya mencari indeks prestasi (nilai) yang setinggi-tingginya agar dapat bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau instansi lain yang sangat mewah dan menjanjikan. Hal ini ditunjukkan oleh fakta lapangan bahwa sejak ada lowong penerimaan penyuluh pertanian sistem kontrak di Departemen Pertanian tiga tahun terakhir ini sejak itu pulalah lulusan SLTA memilih fakultas pertanian sebagai tempat studynya sudah lumayan banyak..   

Oleh karena itu diperlukan suatu strategi khusus untuk menguatkan kawula muda dan mahasiswa pertanian agar mau dan terpacu untuk terjun ke dunia pertanian baik langsung maupun tidak langsung.

Nelly br Torus anak Batak lahir di Dairi dan saat ini tinggal di London-Inggris mempunyai cita-cita mulia tanpa pamrih yang akan memprakarsai, mempelopori dan berusaha untuk memupuk bakat-bakat dan keinginan kaula muda agar tertarik menjadi petani modern atau pengusaha agribusiness yang penuh semangat dan kreatifitas. Cita-cita beliau telah dituangkan dalam suatu konsep ”Project Eco Farm” (Project Eco Tani & Kebun). Konsep tersebut telah dipublikasi pada tanggal 28 Januari 2010 melalui internet dalam website http://www.ecofarm@project-tapanuli.org dimana salah satu program dalam project tersebut adalah ”Program Kebun Sekolah”.  

Ide kebun sekolah muncul dengan melihat kenyataan bahwa banyak sekolah memiliki halaman/pekarangan yang cukup luas. Memang ada beberapa sekolah yang telah mempergunakan halaman/pekarangan sekolah untuk hal-hal yang positif dan telah beberapa sekolah berhasil mendesignnya dengan sangat bagus, penuh dengan pohon-pohon. Namun masih banyak sekolah belum memanfaatkan halaman/pekarangan sekolah, dibiarkan menjadi rimba lalang, semak-semak yang tidak indah dipandang mata. Lahan tidur seperti yang semestinya dapat dibuat menjadi kebun sekolah untuk menjadi sumber pendidikan pertanian dan sekaligus sebagai tempat bermain dan berolahraga yang menyenangkan.

Lebih jauh kebun sekolah diharapkan dapat berguna sebagai:

  1. Laboratorium lapang pertanian, yaitu tempat warga sekolah (guru, pegawai dan siswa) belajar bercocok tanam secara modern dan terarah
  2. Usaha produktif sekolah yang dapat menambah pendapatan sekolah
  3. Tempat warga sekolah menuangkan/mengembangkan  hobby/bakat  dan cita-cita dalam bidang pertanian
  4. Tempat warga sekolah mencari pengalaman kerja nyata yang dapat diaplikasikan dan berguna dalam kehidupan sehari-hari
  5. Sarana pendidikan warga sekolah cinta lingkungan
  6. Lingkungan yang nyaman, sehat dan indah 
  7. Pelestarian ekosistem yang sangat mendukung pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (suistanable development).

Menarik buat saya konsep yang ditawarkan Nelly br Torus tersebut sehingga antara saya dengan beliau terus menerus menjalin komunikasi dalam berbagai hal sehubungan dengan rencana pelaksanaan dan mensukseskan project dimaksud.

Saya coba sosialisasikan dan diskusikan konsep tersebut kepada beberapa teman. Bapak Ir. Hamdan Nasution, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun sangat respon dan mendukung konsep tersebut. Beberapa kali diskusi dengan Bapak Ir. Hamdan Nasution dan akhirnya disepakati untuk diprogramkan kebun sekolah bagi semua sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) baik negeri maupun swasta di Kabupaten Simalungun.

Mengawali pelaksanaaan program kebun sekolah di Kabupaten Simalungun maka pada hari Sabtu, 13 Februari 2010 lalu telah dilakasanakan acara pencanangan Program Kebun Sekolah di SMA Negeri I Pematang Bandar Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun-Sumut. Pada acara tersebut disamping Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun sendiri juga turut hadir Sekretaris Kecamatan Pematang Bandar, Kepala Desa, tokoh masyarakat, komite sekolah, orangtua murid, wartawan, dan warga  desa Pematang Bandar.  Semoga ada sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) lainnnya memprogramkan kebun sekolahnya..


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: